JABARKINI.ID -Â Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna menegaskan bahwa para guru BK (Bimbingan dan Konseling) harus sudah selesai dengan dirinya sendiri saat memberikan bimbingan atau pembinaan kepada para siswa didiknya. Para guru BK memiliki posisi sangat strategis dalam mendampingi, membentuk dan menjaga perkembangan karakter para peserta didik.Â
Hal ini ditegaskan Bupati KDS, sapaan akrab Bupati Kang Dadang Supriatna saat menyampaikan arahannya pada sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan radikalisme terhadap anak di Gedung Mohamad Toha Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (3/9/2026).Â
Sosialisasi ini bertujuan untuk peningkatan peran guru BK dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah, aman, inklusif dan tangguh terhadap radikalisme.Â
Sosialisasi ini dihadiri 371 guru BK SMP Negeri/Swasta, perwakilan kepala sekolah SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Bandung. Kegiatan ini digelar Dinas DALPUK PPA (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.Â
Sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan radikalisme terhadap anak ini dengan narasumber Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, dan perwakilan petugas Densus 88 Mabes Polri.
Bupati KDS sangat apresiasi dengan dilaksanakannya sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan radikalisme terhadap anak.
"Kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme ini sangat penting, apalagi dalam sosialisasi ini berkaitan dengan peran guru BK," katanya.Â
Ia menegaskan bahwa peran guru BK ini menjadi kunci dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Terutama bagi guru BK yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, apalagi peran guru BK menampung curhatan anak-anak di sekolah.Â
"Guru BK harus sudah selesai dengan dirinya. Karena ada beberapa rahasia anak yang harus disimpan guru BK. Jangan malah guru BK mem-bullying atau mengekspos di media sosial terkait permasalahan anak tersebut, karena ini bahaya," katanya.Â