JABARKINI.ID – Pemerintah Kecamatan Ciparay bersama unsur Forkopimcam, Pemerintah Desa Ciheulang, Tim Pentahelix, dan UPTD DAS Cirasea melakukan susur sungai serta pengecekan kondisi saluran irigasi di wilayah Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (1/9/2026).
Pengecekan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Ciheulang.
Petugas menyusuri sejumlah titik untuk melihat secara langsung kondisi saluran pengairan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.
Hasil pengecekan menunjukkan, saluran irigasi di Desa Ciheulang menjadi salah satu titik prioritas penanganan dari lima titik irigasi di Kecamatan Ciparay yang sebelumnya telah direkomendasikan untuk mendapatkan penanganan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Saluran Pengairan (SP) Cigugur yang berada di depan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS).
Lokasi tersebut dinilai strategis karena ketika terjadi luapan air, dampaknya tidak hanya berpotensi menggenangi permukiman warga, tetapi juga dapat mengganggu akses jalan provinsi yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah.
Keberadaan fasilitas pelayanan kesehatan RSMBS di sekitar saluran juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko banjir.
Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, mengatakan hasil pengecekan dan evaluasi di lapangan menemukan adanya penyempitan ruas saluran serta sedimentasi atau pendangkalan.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air, terutama saat debit meningkat.
“Setelah dilakukan pengecekan dan evaluasi, saluran irigasi tersebut mengalami penyempitan ruas dan sedimentasi atau pendangkalan. Sehingga perlu dilakukan pengerukan untuk normalisasi saluran serta pelebaran di beberapa area,” ujar Anjar.
