JABARKINI.ID - Kasus rudapaksa terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, berawal dari pengakuan korban terhadap Orangtuanya (Ibu Kandung) yang membeberkan kejadian yang menimpa diri korban. 

Sebagai ibu kandung tentu sangat kaget dan sedih, mendengar musibah yang menimpa anak kesayangannya yang baru duduk di Sekolah Dasar kelas III ( Tiga) sudah harus kehilangan Mahkotanya. 

Menurut Ibu Kandung Korban yang tinggal di wilayah kecamatan Pasirjambu kabupaten Bandung, sebelumnya dirinya tidak merasa curiga dengan apa yang dikeluhkan oleh putrinya ketika buang air kecil. 

Namun setelah putrinya mengeluh beberapa kali dan berkata sering terasa nyeri ketika buang air kecil, Ia menyarankan mencuci bagian yang nyeri (Vagina) memakai air hangat biar nyeri atau gatalnya hilang, Ungkapnya. 

Sebenarnya saya sudah mengetahui dari bibinya yang pernah melihat bercak darah di celana dalam yang dipakai oleh putrinya, namun Sang Ibu tidak begitu menghiraukan ,Karena dirinya merasa tidak mungkin kalau sudah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan telah menimpa anak kesayangannya. 

Orang Tua Korban, baru merasa kaget ketika mendengar cerita teman teman sepermainan anaknya, bahwa anaknya sudah tidak suci atau sudah tidak perawan lagi di usia dini karena perbuatan bejat dua durjana tersebut harus mendapatkan pelajaran dan sanksi. 

" Dengan adanya kejadian itu Orang Tua korban segera mencari tau dan mempertanyakan kepada teman teman sepermainan anaknya, ".

Dan menurut keterangan Orangtua Korban yang didapat dari rekan seusianya,  Orangtua menjelaskan bahwa awalnya Tersangka mengajak berhubungan badan kepada Teman Anaknya, namun korban menolak malah menyuruh dan memarahi serta mengancam Korban untuk melayani Napsu bejatnya tersangka. 

Akibat kejadian tersebut diduga keperwanan Korban di renggut dan dirudapaksa oleh tersangka di balik tenda tendaan, terang Orangtua korban kepada Awak Media di rumah saudaranya, Pada Kamis (23/10/25).