Memulihkan Kepercayaan: Tempat yang Layak bagi Taiwan di Dunia Bebas


Dr. Lin Chia-lung (Menteri Luar Negeri Taiwan)

JABARKINI.ID - Tatanan internasional yang berbasis aturan kini berada di bawah tekanan yang terus meningkat seiring upaya negara-negara otoriter melemahkan perlindungannya dan membentuk kembali aturan internasional demi kepentingan mereka sendiri.

Bahkan prinsip-prinsip dasar penyelesaian sengketa secara damai dan pelarangan terhadap ancaman atau penggunaan kekerasan yang diabadikan dalam Piagam PBB telah ditantang secara terbuka dan dilanggar secara terang-terangan.

Saat ini komunitas internasional berada pada titik krusial. Entah kita bertindak bersama untuk menegakkan keadilan, membela supremasi hukum, dan menjaga perdamaian dan keamanan, atau kita menyaksikan tatanan dunia perlahan runtuh, dan membawa kebebasan, hak menentukan nasib sendiri, serta demokrasi runtuh bersamanya.

Tak banyak tempat yang memperlihatkan kondisi ini secara mencolok dibanding kawasan Rantai Pulau Pertama Indo-Pasifik. 

Keamanan kawasan berada di bawah tekanan yang kian meningkat dari Tiongkok yang terus menerapkan taktik zona abu-abu, termasuk intimidasi militer, intrusi siber, dan paksaan ekonomi guna membentuk kembali aturan yang ada secara sepihak.

Berdiri di garis depan pertahanan kebebasan dan demokrasi, Taiwan akan terus menjunjung tinggi status quo. Namun, menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan ini bukan hanya masalah kepentingan Taiwan semata, tetapi masalah yang membutuhkan perhatian bersama dari komunitas internasional.

Selat Taiwan adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dan jalur vital bagi rantai pasok internasional.Â