JABARKINI.ID - Deretan bangunan permanen yang berdiri di atas lahan milik dinas pengairan dikeluhkan warga RW 06 dan RW 07. Alih-alih menjadi kawasan tertib, wilayah tersebut kini disebut warga berubah menjadi titik langganan banjir setiap musim hujan tiba.

Ironisnya, bangunan yang diduga berdiri tanpa aturan itu tetap menjamur, sementara warga harus berjibaku dengan genangan air yang masuk ke permukiman hingga menutup akses jalan lingkungan.

Salah seorang warga RW 06, Gani, mengaku sudah tidak sanggup menahan keresahan. Ia bahkan mendatangi kantor Kecamatan Ciparay pada Sabtu (23/05/2026), meski hari libur, demi mencari solusi atas persoalan yang dinilai semakin mengancam keselamatan warga.

“Kami sebagai warga kecil sebenarnya tidak ingin ribut atau mencari siapa yang salah. 

Yang kami pikirkan sekarang hanya keselamatan keluarga kami, terutama anak-anak. 

Setiap musim hujan datang, kami selalu dihantui rasa takut karena air cepat meluap akibat jalan dan saluran air tertutup. 

Saya sendiri merasakan langsung dampaknya, bahkan anak saya yang masih berusia dua tahun pernah terseret arus banjir. Itu menjadi trauma besar bagi keluarga kami. 

Kami tidak ingin kejadian itu terulang lagi kepada anak saya ataupun warga lainnya. Karena itu saya datang ke kantor Kecamatan Ciparay walaupun hari libur, sebab persoalan ini sudah sangat mendesak. 

Kami berharap pemerintah dan instansi terkait jangan tutup mata. Kami tidak mempersoalkan siapa yang mengizinkan bangunan itu berdiri, yang kami inginkan hanya solusi nyata agar warga RW 06 dan RW 07 tidak terus menjadi korban banjir setiap kali hujan turun.