JABARKINI.ID – Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02 menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (25/2/2026), ketika sejumlah siswa dari tingkat TK hingga SMP, serta seorang guru di SDN Cimahi Mandiri 4, mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu MBG. 

Awalnya tercatat 43 siswa dan satu guru terdampak, namun data terbaru hingga Jum'at (27/2/2026) menunjukkan jumlah korban diduga bertambah menjadi 45 orang.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Cimahi, para korban mendapatkan penanganan medis di tiga rumah sakit. Di RSUD Cibabat tercatat 33 pasien, dengan rincian empat masih dirawat, 22 telah diperbolehkan pulang, dan tujuh masih dalam observasi. 

Sementara itu, lima pasien dirawat di RS Mitra Anugrah Lestari (tiga dirawat, dua pulang), serta lima lainnya di RS Dustira (empat dirawat, satu pulang).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan penghentian operasional SPPG dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan keamanan pangan sebelum program kembali dijalankan.

“Sementara dihentikan, tidak operasional dulu sampai hasil penyelidikan dan kajian keamanan pangan benar-benar tuntas,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan para korban diketahui mengonsumsi menu MBG yang diproduksi SPPG, terdiri dari onigiri, telur, dan susu. Sebagian makanan dikonsumsi pada siang hari, sementara sebagian lainnya disantap saat berbuka puasa.

“Ada yang dimakan sekitar jam 11 atau 12 siang, ada juga yang dikonsumsi setelah berbuka. Gejala rata-rata mual, muntah, dan pusing,” jelasnya.