JABARKINI.ID – Api kembali menjadi ancaman nyata bagi warga permukiman padat di Kabupaten Bandung. Selasa pagi (27/1/2026), sekitar pukul 08.00 WIB, tiga rumah milik buruh harian lepas di Kampung Pereng, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, hangus dilalap si jago merah.
Dalam waktu singkat, jerih payah bertahun-tahun berubah menjadi puing hitam dan abu.
Kebakaran bermula dari dapur rumah Endeng (67). Kepulan asap tebal pertama kali disadari oleh tetangganya, Tika Sumiati (27), yang sedang membersihkan halaman. Asap yang awalnya dikira sisa pembakaran dapur, seketika berubah menjadi kobaran api yang membesar dengan cepat.
“Saya lihat asapnya aneh, makin tebal. Pas dicek, api sudah besar. Saya langsung teriak minta tolong,” kata Tika, masih tampak terpukul.
Situasi berubah menjadi lebih genting saat warga mengetahui Ahmad Nasir, anak Endeng, masih berada di dalam rumah.
Dalam kondisi bangunan mulai dipenuhi asap dan api, Arif Saepudin (24) nekat masuk menerobos kobaran demi menyelamatkan korban.
Aksi spontan itu menyelamatkan nyawa. Namun, api tak bisa dibendung. Rumah Endeng menjadi titik awal rambatan yang dengan cepat menjalar ke dua rumah lain milik Abdul Rofiq (38) dan Ikin Aji (55), yang berdempetan tanpa sekat aman. Dalam hitungan menit, ketiganya rata dengan tanah.
Petugas Pemadam Kebakaran Unit Ciparay tiba di lokasi dan melakukan pemadaman bersama personel Polsek Pacet, TNI, serta warga. Api baru benar-benar dapat dikendalikan sekitar pukul 09.00 WIB.
Kapolsek Pacet AKP Asep Mulya Warga Santosa, S.H., memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta.
