JABARKINI.ID — Tragedi runtuhnya bangunan Pasar Soreang pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB mengguncang publik dan memantik reaksi keras dari pimpinan legislatif Kabupaten Bandung.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut, seraya mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan pasar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama (bukber) dengan Sekretariat DPRD (Setwan), para camat se-Dapil 5, serta para ibu kepala desa se-Dapil 5, Selasa (17/3/2026).

“Peristiwa ini sangat kami sesalkan. Bangunan yang seharusnya menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat justru runtuh, menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil,” tegas Renie di sela kegiatan bukber tersebut.

Dalam suasana yang penuh keprihatinan itu, ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai musibah semata, melainkan harus ditelusuri secara serius dari aspek teknis hingga administratif.

“Ini bukan sekadar musibah biasa. Harus ada evaluasi total, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. 

Kami di DPRD akan mengawal ini sampai tuntas,” ujarnya di hadapan para pejabat wilayah dan perangkat desa yang hadir.

Menurutnya, DPRD akan segera mengambil langkah cepat dengan memanggil seluruh pihak terkait, mulai dari dinas teknis, kontraktor pelaksana, hingga konsultan pengawas untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Kami akan mengurai secara menyeluruh, dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga proses serah terima pekerjaan. Semua harus terbuka dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” katanya.