JABARKINI.ID – Peristiwa tragis menimpa Ny. Enok (42), warga Kampung Cijangra RT 02 RW 01, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Hingga Selasa (3/2/2026) petang, jasad korban yang terseret arus Sungai Cijagra belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan.
Enok, seorang ibu rumah tangga, dilaporkan hilang setelah lantai kamar mandi rumahnya amblas akibat tergerus derasnya aliran Sungai Cijagra yang tengah meluap, Senin (2/2/2026) sore.
Saat kejadian, korban tengah buang air kecil di kamar mandi yang posisinya berada tepat di bantaran sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, membenarkan hingga hari kedua pencarian korban belum membuahkan hasil.
“Pencarian hari ini hingga pukul 17.00 WIB, korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali besok,” ujar Beny saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
Menurut Beny, pada hari kedua pencarian, tim gabungan menyisir sejumlah titik aliran sungai, mulai dari lokasi kejadian awal (TKP) di Sungai Cijagra, Leuwi Kuray, Leuwi Kuya, Sungai Ciseah, Muara Ciwidey, Curug Jompong, hingga Jembatan Merah Bale Bambu.
Dalam operasi pencarian tersebut, tim gabungan mengerahkan satu perahu LCR milik BPBD Kabupaten Bandung, satu perahu LCR milik Basarnas, serta dua perahu river boat milik Bale Bambu.
“Penyisiran dilakukan dari TKP awal Sungai Cijagra hingga Curug Jompong dan Jembatan Merah BBS. Ada informasi dari warga bahwa korban diduga hanyut hingga ke Sungai Ciwidey dan berpotensi masuk ke Sungai Citarum,” jelas Beny.
Beny juga memaparkan kronologi kejadian. Sekitar pukul 16.00 WIB, korban menuju toilet yang berada di bawah tangga rumah dan berbatasan langsung dengan bantaran Sungai Cijagra.
Namun, tembok kirmir yang menjadi pembatas antara kamar mandi dan sungai tiba-tiba amblas akibat tergerus arus deras dengan debit air tinggi.
