JABARKINI.ID – Insiden yang terjadi di lingkungan RSUD Majalaya menuai sorotan publik dan memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan internal serta profesionalisme sumber daya manusia di rumah sakit tersebut.
Menanggapi hal tersebut, manajemen RSUD Majalaya menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan menempatkan keselamatan pasien (patient safety) sebagai prioritas utama.
Kepala Bagian Perencanaan dan Kehumasan RSUD Majalaya, dr. Hj. Yanti Fadillah, MMRS, M.H, menyampaikan bahwa secara umum kinerja pegawai maupun tenaga jasa selama ini berjalan dengan baik.
“Dari sisi kinerja, secara umum tidak ada masalah. Kami rumah sakit hanya sebagai penerima jasa dari pihak ke 3. yang bersangkutan merupakan tenaga outsourcing, maka pengawasan langsung berada di pihak ketiga,” tegas Yanti kepada Jabarkini.id, Senin (5/1/2026).
Meski demikian, peristiwa tersebut tetap memicu kritik dari masyarakat yang mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan, terutama pada jam-jam pelayanan tidak aktif.
Publik menilai, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan vital seharusnya memiliki sistem kontrol yang lebih ketat, baik melalui petugas keamanan maupun pemantauan CCTV.
Menanggapi kritik tersebut, Yanti menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi malam hari dimana lt 2 tersebut sudah tdk ada pelayanan dan ruangan tersebut berada di ruangan khusus petugas kebersihan (cleaning service/CS) yang merupakan area internal dan tidak digunakan untuk pelayanan pasien.
Aktivitas keluar-masuk petugas di ruangan tersebut selama ini dinilai wajar sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
“CCTV tersedia dan dapat diakses. Namun pada saat kejadian, tidak terlihat adanya aktivitas mencurigakan. Kami juga baru mengetahui kejadian tersebut setelah yang bersangkutan melaporkan dirinya kepada pihak polres dan polres menghubungi kami” jelasnya.
