JABARKINI.ID – Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai direalisasikan di sejumlah sekolah. Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat di lingkungan sekolah.

Salah satu penerima program revitalisasi tersebut adalah SMA Majalaya Putra, yang berlokasi di Jalan Pasar Baru Nomor 75, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sekolah tersebut memperoleh bantuan dana revitalisasi sebesar Rp1.799.433.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi lima ruang kelas serta membangun ruang laboratorium STEM.

Pekerjaan revitalisasi ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola dan melibatkan masyarakat sekitar bersama P2SP. Mekanisme tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang mengatur agar pekerjaan revitalisasi dilaksanakan secara akuntabel, transparan, serta tidak disubkontrakkan kepada pihak ketiga.

Konsultan yang berada di lokasi, Agus, mengatakan pelaksanaan pembangunan terus diarahkan agar memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

“Pelaksanaan pekerjaan harus swakelola, tidak dikontrakkan kepada pihak ketiga. Kami juga mengutamakan bahan bangunan dan material yang sesuai untuk mendukung kelancaran pembangunan ruang kelas dan laboratorium,” ujar Agus. Senin (10/8/2026).

Menurutnya, kualitas dan kuantitas material menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kami mengutamakan mutu dan kualitas pekerjaan agar sarana yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di SMA Majalaya Putra,” katanya.