JABARKINI.ID – Luapan Sungai Cikeruh dan Citarik di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, merendam ratusan rumah warga hingga fasilitas pendidikan. Salah satunya, SDN 7 Rancaekek yang berlokasi di Jalan Pahlawan Toha No.83, Desa Rancaekek Kulon.
Sekolah tersebut mulai terendam banjir pada Sabtu (11/4/2026) sore. Hingga Minggu (12/4/2026), air masih menggenangi area sekolah dengan lumpur yang memenuhi halaman hingga ruang kelas.
Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, kegiatan belajar mengajar (KBM) dipastikan terganggu. Kondisi ruang kelas yang terendam dan berlumpur membuat aktivitas pembelajaran tidak memungkinkan, sehingga siswa diliburkan dan belajar dari rumah.
Kepala Desa Rancaekek Kulon, Helmi, saat dikonfirmasi melalui telepon belum memberikan tanggapan terkait kondisi sekolah maupun jumlah rumah yang terdampak. Pihak SDN 7 Rancaekek juga belum memberikan keterangan resmi.
Dikutip dari laporan kejakimpolnews.com, banjir tidak hanya melanda Rancaekek, tetapi juga sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bandung seperti Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Solokanjeruk, dan Cangkuang pada Sabtu malam.
Di wilayah Rancaekek, luapan Sungai Cikeruh dan Citarik menyebabkan ratusan rumah terendam. Sementara di Cikancung, tepatnya di Ciluluk, Jalan Cicalengka–Majalaya turut tergenang banjir hingga mengganggu operasional SPBU setempat.
Genangan air juga merendam kawasan Jalan Rancaekek–Majalaya, termasuk daerah Kaum dan Dangdeur (pasar) di Desa Bojongloa, Buahdua, serta Rancabatok di Desa Rancaekek Wetan.
Di Desa Sukamanah, banjir merendam ratusan rumah yang tersebar di beberapa wilayah RW, yakni RW 04, 05, 06, 08, dan RW 10.
“Betul, akibat meluapnya Sungai Cikeruh dan Citarik, ratusan rumah di Desa Sukamanah terendam,” ujar Atep R, tokoh masyarakat setempat, Minggu (12/4/2026).
