JABARKINI.ID – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk tetap solid berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Koalisi Bedas, sekaligus terus mendukung program kerja Bupati Bandung, Dadang Supriatna.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, H. Yayat Sumirat, SH, saat melakukan kunjungan dan silaturahmi kelembagaan ke Rumah Jabatan Bupati Bandung di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Rabu malam (7/1/2026).

Yayat yang baru ditetapkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung pada akhir 2025 lalu hadir bersama sejumlah pengurus inti partai, di antaranya Dadang Hermawan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis, mulai dari dinamika politik nasional, wacana mekanisme pemilihan umum, hingga kondisi perekonomian Kabupaten Bandung pada tahun anggaran 2026. 

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang nilainya hampir mencapai Rp1 triliun.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal daerah. Bahkan, Kabupaten Bandung dinyatakan mampu membayar APBD secara tepat dan terukur.

“Artinya, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung mampu melaksanakan seluruh kewajiban pembayaran sesuai dengan APBD yang telah ditetapkan, mulai dari pembayaran tagihan pihak ketiga, gaji ASN, hingga kewajiban lainnya, serta tetap menjaga defisit anggaran dalam batas yang wajar,” ujar Kang DS di hadapan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan.

Pada kesempatan yang sama, H. Yayat Sumirat yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Bandung. 

Ia menilai, di saat sejumlah daerah di Jawa Barat mengalami tekanan dan kesulitan keuangan, Kabupaten Bandung justru mampu mempertahankan kondisi fiskal yang sehat.