JABARKINI.ID - Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) menggelar wisuda dan penutupan Tahun Ajaran 2025–2026 bagi siswa SMK Wirakarya 1 dan SMK Wirakarya 2 Ciparay. Kegiatan berlangsung khidmat di Graha Wirakarya, Jalan Laswi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Selasa (30/6/2026).

Acara tersebut dihadiri Pendiri YPPGMI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan, S.E., S.Pd., M.M., Kapolsek Ciparay AKP Sugiharto yang di wakili Kanit Binmas Iptu Asep Sugian, Kepala STIKINDO Wirautama Ciparay Dr. Yusnan Yusuf, Kepala SMK Wirakarya 1 Wahyudin, Kepala SMK Wirakarya 2 Rizal Fathurrohman, Pengawas Wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, dewan pengawas sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Kepala SMK Wirakarya 1, Wahyudin, mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan seluruh peserta didik pada tahun ajaran 2025–2026. Menurutnya, para lulusan telah dibekali kompetensi akademik, keterampilan teknis, dan karakter kerja yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

"Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya SMK Wirakarya berhasil meluluskan putra-putri terbaik. Kami terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mampu menjawab tantangan zaman sehingga lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Wahyudin.

Ia menegaskan, kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal perjalanan baru bagi para siswa dalam mengembangkan potensi diri.

"Kami berharap lulusan SMK Wirakarya tidak menjadi bagian dari angka pengangguran, tetapi mampu menjadi tenaga kerja yang mandiri, percaya diri, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa," katanya.

Sementara itu, H. Asep Ikhsan menilai pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di tengah bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia.

Menurutnya, persaingan dunia kerja saat ini telah memasuki level global, sehingga lulusan SMK dituntut memiliki kompetensi, keterampilan, serta karakter yang mampu bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai negara.

"Persaingan saat ini tidak lagi terbatas di tingkat desa atau kabupaten, tetapi sudah berlangsung secara global. Dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asia dan perdagangan bebas, lulusan SMK harus mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Bekal keterampilan dan karakter yang diperoleh di sekolah harus terus diasah sepanjang hayat," tegas Asep Ikhsan.