JABARKINI.ID - Sejumlah warga Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, mempertanyakan transparansi pengelolaan sejumlah program dan anggaran desa yang diduga belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Sorotan warga mencakup program ketahanan pangan, pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dana hibah yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp130 juta, hingga pembangunan Pasar Ciparay yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program ketahanan pangan memperoleh alokasi sekitar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Program tersebut ditujukan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Namun, sejumlah warga mengaku belum mengetahui secara rinci bentuk pengelolaan maupun hasil yang telah dicapai dari program tersebut.

Menurut warga, manfaat program yang diduga bersumber dari anggaran desa itu belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Mereka berharap pemerintah desa dapat menyampaikan laporan dan capaian program secara terbuka.

Selain itu, pengelolaan BUMDes juga menjadi perhatian masyarakat. Warga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk legalitas, operasional kantor, hingga penyertaan modal usaha desa.

Masyarakat menilai BUMDes seharusnya mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga. Namun hingga saat ini, sebagian warga mengaku belum memperoleh informasi yang memadai terkait perkembangan usaha maupun kinerja BUMDes tersebut.

Sorotan berikutnya mengarah pada dana hibah yang diduga diperuntukkan bagi sektor lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Warga berharap terdapat penjelasan resmi mengenai realisasi penggunaan anggaran tersebut agar dapat diketahui dan diawasi bersama.

Tak hanya itu, pengelolaan aset desa, termasuk tanah carik, turut menjadi perhatian. Sejumlah warga meminta agar seluruh aset yang berkaitan dengan kepentingan publik dikelola secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pembangunan Pasar Ciparay juga menuai pertanyaan dari sejumlah pedagang. Mereka mengaku belum melihat perkembangan signifikan yang dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.