JABARKINI.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung melaksanakan pengelolaan sampah organik dan anorganik secara mandiri di lingkungan kantornya. Dengan harapan sampah yang dihasilkan di lingkungan kantor Disdukcapil bisa tuntas, dan hanya sisa sampah residu yang tidak bisa didaur ulang yang dikirim ke TPA.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung H. Tata Irawan mengatakan, sampah organik dengan mayoritas daun kering dan sisa makanan ini didaur ulang menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman di lingkungan kantor sebagai upaya dukungan dalam Gerakan Tanami Halaman atau Gertaman yang diinisiasi Bupati Bandung Dadang Supriatna. 

"Dalam proses pengelolaan sampah itu, pertama kita mengidentifikasi jenis sampah yang dihasilkan atau diproduksi oleh dinas. Setelah diidentifikasi ada beberapa jenis sampah yang perlu dipilah. 

Contoh sampah yang diproduksi itu dari dedaunan kering yang jatuh di sekitar kantor Disdukcapil. Itu setiap pagi tim melakukan pembersihan sampah  dedaunan, kemudian dikumpulkan untuk dijadikan kompos," kata Tata Irawan didampingi Kasubag Umpeg Indra di Kantor Disdukcapil Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (8/4/2026). 

Selain sampah dedaunan kering, dijelaskan Tata Irawan, ada pula sampah yang dihasilkan dari sisa makanan di kantor dinas. Mulai dari sisa nasi, sayuran maupun sisa makanan lainnya yang bisa digunakan untuk produksi pupuk organik.

"Disaat kita membersihkan piring dari bekas makan, kemudian sisa makanannya dipisahkan. Mulai dari sisa sampah protein hewani berupa daging, tulang dan lainnya. 

Sedangkan sisa sampah organik, seperti sayuran dan nasi. Sampah sisa sayuran dan nasi ini, disatukan dengan sampah daun kering karena sama tipe organik, sehingga disatukan untuk proses pembuatan pupuk kompos," ujarnya. 

Sedangkan sampah hewani, kata Tata Irawan, dilakukan penanganan khusus di dalam sebuah tong biru yang sebelumnya sudah melewati proses rekayasa.

"Karena biasa sampah tipe protein  hewani ini akan muncul hewan maggot, sehingga nantinya akan menjadi pakan ikan, lele dan lainnya. Sedangkan residunya, dari sisa pengolahan maggot itu bisa menjadi pupuk kompos. Itu sampah organik," ungkapnya.