JABARKINI.ID – Program Tempat Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menunjukkan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan energi, pakan, pangan, paving block, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Sebuah alat inovasi pengelolaan sampah terpadu kini hadir di Desa Cangkuang Wetan. Alat yang dinamai Pesat (Pengelolaan Sampah Terpadu) tersebut bukan sekadar mesin pembakar sampah biasa.
Pesat dirancang menjadi solusi komprehensif terhadap persoalan lingkungan, ekonomi, dan energi di tingkat desa, dengan kemampuan mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai guna tinggi.
Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi, menjelaskan keunggulan mesin ini terletak pada sistem insineratornya yang tidak memerlukan bahan bakar tambahan.
“Kalau insinerator sudah banyak. Tapi kelebihan insinerator kami adalah tanpa bahan bakar sama sekali. Hanya satu pentol korek api saja, langsung bisa menyala,” ujarnya saat ditemui awak media, Sabtu (21/02/2026).
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa energi panas dari insinerator tersebut dapat dimanfaatkan untuk memproduksi bahan bakar seperti LPG, bensin, hingga solar melalui pengaturan suhu tertentu.
“Kalau LPG kita atur suhunya dengan mengatur udara di bawah. Masuk mesin di atas 1.000 derajat nanti akan jadi LPG. Turunkan 900 jadi bensin. Turun lagi jadi solar. Itu main di situ saja,” katanya.
Selain mengolah sampah nonorganik menjadi energi, Pesat juga memanfaatkan sampah organik melalui budidaya maggot.
