JABARKINI.ID — Upaya penanganan banjir di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, terus dipercepat melalui kolaborasi tim pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, konsultan teknis, dunia usaha, hingga masyarakat. Meski berlangsung di tengah bulan suci Ramadan, berbagai langkah teknis di lapangan tetap berjalan intensif, Rabu (11/3/2026).
Pantauan di lapangan, tim pentahelix melakukan pendampingan terhadap konsultan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung melalui UPTD DAS Ciwidey bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat dalam rangka pengukuran sejumlah infrastruktur pengendalian banjir di wilayah Dayeuhkolot.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran pintu jembatan yang akan digunakan sebagai akses kendaraan roda dua di jalur rel kereta api yang berada di wilayah Desa Citeureup.
Selain itu, pengukuran juga dilakukan pada pintu jembatan untuk akses kendaraan roda empat di kawasan RW 01.
Tidak hanya itu, tim turut mendampingi kegiatan Dinas SDA Provinsi Jawa Barat dalam pengukuran rencana peninggian Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan Pasawahan, Dayeuhkolot.
Proyek tersebut mencakup rencana pembangunan TPT baru sepanjang 87 meter yang membentang dari depan PT Daliatek, PT Metro Garmen hingga kawasan Bulog Dayeuhkolot.
Selain pembangunan baru, tim juga melakukan pengukuran peninggian TPT sepanjang kurang lebih 190 meter sebagai upaya memperkuat sistem pengendalian air di kawasan yang selama ini kerap terdampak luapan air saat intensitas hujan meningkat.
Langkah strategis lainnya adalah pengukuran rencana pembangunan enam titik pintu air yang dinilai krusial dalam mengatur sirkulasi dan pengendalian aliran air di wilayah rawan banjir.
Enam titik tersebut berada di Crossing Jalan BBS, Crossing Jalan RW 03 Pasawahan, Jembatan Radio, Jembatan Sekegong (dua unit), Saluran Zhong Xin, serta Cipal 1.
