JABARKINI.ID — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dra. Hj. Tia Fitriani, menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan kedisiplinan pemerintah daerah dalam menjalankan setiap program pembangunan. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Lampegan, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Senin 17 November 2025.
Tia menuturkan bahwa fungsi pengawasan DPRD menjadi kunci untuk memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sekarang saatnya kita menilai, apakah program-program pemerintah sudah benar-benar dirasakan manfaatnya? Sudah membantu menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar atau belum?” ujarnya di hadapan warga.
Selain mendorong evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, Tia juga memberikan pemahaman terkait Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Pelindungan Perempuan di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang memiliki perda khusus perempuan yang terpisah dari regulasi perlindungan anak.
Menurutnya, perempuan merupakan kelompok rentan yang harus dilindungi sekaligus diberdayakan agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi dalam keluarga maupun masyarakat.
“Ketika perempuan berdaya dan mandiri, terutama seorang ibu atau istri, keberadaannya bukan hanya pelengkap, tetapi justru menjadi penguat ekonomi keluarga,” kata Tia.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut menghadirkan Leli, pelaku usaha sekaligus Wakil Ketua DPD Perempuan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (P3I) Jawa Barat yang bergerak di sektor UMKM. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi perempuan untuk mulai berkarya dan memanfaatkan peluang ekonomi kreatif.
Tia yang juga Ketua DPD P3I Jawa Barat menegaskan bahwa usia maupun latar belakang bukan alasan untuk tidak memulai usaha. Ia mengajak perempuan berani keluar dari zona nyaman dan mengambil langkah kecil menuju kemandirian ekonomi.
“Orang sukses adalah mereka yang berani keluar dari zona nyaman. Jangan hanya merasa cukup dengan kondisi sekarang. Kita harus berani bergerak,” tegasnya.
