JABARKINI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-385  Kabupaten Bandung dan Hari Kartini, Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan Talkshow Inspiratif bertajuk “Kartini Masa Kini, Bandung Hari Ini” dengan tema “Women in Leadership: Berani Memimpin, Berani Menginspirasi”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Baleendah, pada Minggu (19/04/2026), dengan format hybrid.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Kwartir Cabang, di antaranya Wakil Ketua Binawasa Kak Hj. Euis Sumiati, M.Pd, Wakil Ketua Binamuda Kak Dony Iskandar, S.Pd, Sekretaris Kwarcab Kak H. Nandang Kuswara, M.Pd, serta Sekretaris II Kwarcab Kak Tatan Munandar. 

Turut hadir para narasumber inspiratif, yaitu Humaira Zahrotun Noor, S.Ip (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat) yang bergabung secara daring, Azhar Nuyanti (Duta Genre Indonesia), serta Tika Ratna Mayestika, M.Pd., Gr (Akademisi dan Andalan Cabang Binamuda Kwarcab). Kegiatan talkshow ini dipandu langsung oleh Wakil Ketua DKC Kab. Bandung Alika Oktiana.

Ketua Sangga Kerja, Candra Lina dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta, termasuk partisipasi dari luar daerah secara daring. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda, khususnya perempuan, dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan.

“Talkshow ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang belajar bersama, ruang berbagi pengalaman, serta ruang untuk menumbuhkan keberanian perempuan dalam mengambil peran sebagai pemimpin,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Humaira Zahrotun Noor menekankan bahwa ruang bagi perempuan saat ini semakin terbuka, termasuk dalam bidang politik dan pemerintahan. Namun, tantangan masih nyata, terutama dalam hal keterwakilan dan keberanian bersuara.

Ia mengungkapkan bahwa keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029 baru mencapai sekitar 22,5%, yang menunjukkan masih perlunya dorongan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan.

Lebih lanjut, Humaira menegaskan bahwa kehadiran perempuan dalam kepemimpinan tidak cukup hanya secara simbolik, tetapi harus mampu memperjuangkan kepentingan perempuan secara substantif dalam kebijakan publik. Ia juga menyoroti isu-isu strategis di Kabupaten Bandung seperti ketenagakerjaan perempuan, transportasi ramah perempuan, serta kebutuhan dukungan sosial seperti childcare support bagi ibu bekerja.