JABARKINI.ID - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan pada tahun ini saat pelaksanaan Kick Off Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran (TA) 2026/2027, Bupati Bandung Dadang Supriatna sudah berkomitmen untuk menjalankan amanat konstitusi dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan mengusung visi utama SPMB tahun ini adalah "Semua Harus Sekolah". 

Kick Off Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang TK, SD, dan SMP berlangsung di Gedung Mohammad Toha, Soreang pada Selasa 19 Mei 2026 lalu.

"Ini tentu pesan yang sangat kuat dari Pemerintah Daerah, yaitu Pak Bupati Bandung. Bahwa kami dari dinas teknis harus melakukan langkah-langkah untuk mengoptimalisasi dan  mengimplementasikan dari visi utama  semua harus sekolah," kata Asep Kusumah di ruang kerjanya di Soreang, Jumat (12/6/2026).

Asep Kusumah menyebutkan bahwa sekolah hari ini ada dua jalur, baik pendidikan formal maupun non formal. Untuk pendidikan formal mulai persiapan SPMB sejak awal Januari 2026 sampai saat ini pelaksanaan pendaftaran di tahap satu. 

"Kita berkolaborasi dengan berbagai pihak. Yang pertama kita menghitung kemampuan daya tampung dengan kolaborasi seluruh sekolah baik negeri maupun swasta. 

Bagaimana kita memetakan potret kesiapan seluruh sekolah menerima lulusan. SD bisa masuk ke SMP, usia pra sekolah bisa masuk ke SD, dan anak-anak yang akan masuk jenjang pra sekolah," ujar Asep Kusumah. 

Ia menyebutkan di Kabupaten Bandung dengan jumlah lulusan SD khususnya  untuk masuk SMP, masih wilayah yang mendapatkan pengecualian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui BBPNP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) bahwa beberapa wilayah memiliki keterbatasan daya tampung. Sehingga Kabupaten Bandung mendapatkan pengecualian untuk mendapatkan kepastian seluruh anak bisa sekolah. 

"Begitupun sekolah swasta kita dorong mereka untuk menyiapkan diri dan hari ini cukup banyak sekolah swasta yang  favorite sudah tidak lagi menerima pendaftaran. Karena atensi dan animo masyarakat untuk ke sekolah swasta cukup tinggi," katanya. 

Kepala Dinas Pendidikan mengatakan bagi anak-anak nanti yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah swasta, yang tidak memiliki biaya atau anggaran, Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan untuk memberikan beasiswa.