JABARKINI.ID - Upaya penguatan pencegahan kekerasan terhadap anak sekaligus penangkalan paham radikalisme di lingkungan pendidikan terus dilakukan SMP-SMK Itikurih Hibarna, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Melalui kegiatan Goes to School: Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Sekolah, pihak sekolah menggandeng berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam satu forum terpadu yang digelar di Aula Gedung Dukuh Kapilawastu, Senin (25/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan konsep Sekolah Ramah Anak yang menekankan terciptanya lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan maupun pengaruh ideologi yang menyimpang.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pemerintah Kabupaten Bandung, Bunda Bedas Hj. Emma Dety Permanawati. S.Pd.I., M.M. Dinas Pendidikan, Dinas Dalduk dan PPA, serta kepolisian, termasuk Tim Densus 88 Anti Teror Polri.
Hadir pula unsur Forkopimcam Ciparay, yayasan pendidikan, hingga kepala sekolah se-Sub Rayon 08.
Kepala SMP-SMK Itikurih Hibarna, Supratman, A.Ma., menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter sekaligus adaptasi teknologi di dunia pendidikan di era digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari dan harus dihadapi dengan pendekatan edukatif yang terukur, termasuk dalam pemanfaatan gawai dan pengenalan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Supratman juga memberikan penjelasan panjang terkait pola pengawasan peserta didik yang diterapkan pihak sekolah.
“Kami di sekolah tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Justru kami mendorong anak-anak untuk melek digital, mengenal coding, dan memahami artificial intelligence sebagai bekal masa depan mereka.
