JABARKINI.ID – Di tengah kegelisahan dunia pendidikan yang kerap terjebak pada angka nilai dan hafalan, SMAK BPK PENABUR Singgasana memilih jalan berbeda. Melalui Student Innovation in Practice (SIP) 2026, sekolah ini menjadikan kewirausahaan sebagai ruang pembentukan karakter, bukan sekadar simulasi bisnis di atas kertas.
Bertempat di Dining Hall BPK PENABUR Singgasana, Jumat (30/1/2026), kegiatan SIP dikemas dalam bentuk Food Bazaar yang sepenuhnya dikelola siswa kelas XII.
Mulai dari merancang produk, menghitung modal, membaca peluang pasar, hingga menghadapi konsumen secara langsung—semua dijalani siswa sebagai bagian dari Ujian Praktik Akhir Sekolah.
Kegiatan ini merupakan implementasi mata pelajaran Enterprise, sebuah bidang studi kewirausahaan yang masuk dalam kurikulum resmi sekolah.
“Hari ini siswa tidak sedang belajar menjual makanan, tetapi belajar tentang tanggung jawab, keberanian mengambil risiko, kejujuran, dan kerja tim,” ujar Bram Yohanes Setiadi.Kepada Awak Media
Berbeda dengan pameran sekolah pada umumnya, SIP menuntut siswa untuk benar-benar terjun ke realitas dunia usaha. Produk yang dijual wajib inovatif dan tidak boleh sekadar meniru pasar.
“Kalau hanya meniru, mereka tidak belajar berpikir. Di sini kami latih mereka mencipta, bukan mengikuti,” tegas Bram.
Siswa diwajibkan melakukan uji pasar, menyusun laporan keuangan, mengelola keuntungan dan risiko, serta mempertanggungjawabkan setiap keputusan bisnis yang diambil. Proses ini, menurut Bram, menjadi medium pembelajaran karakter yang tidak bisa diperoleh dari ruang kelas konvensional.
“Di sinilah mereka belajar disiplin, jujur dalam pembukuan, dan bertanggung jawab pada kelompok,” katanya.
