JABARKINI.ID — Visi besar Indonesia Emas 2045 terancam menjadi slogan kosong jika persoalan kesehatan remaja terus diabaikan. Isu pernikahan dini, kehamilan berisiko, dan rendahnya literasi kesehatan reproduksi masih menjadi bom waktu di kalangan pelajar.
Menyadari hal tersebut, RSUD Cicalengka turun langsung ke sekolah dengan membawa misi pencegahan.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan di SMAN 1 Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (28/01/2026), RSUD Cicalengka mengingatkan bahwa kualitas generasi masa depan tidak bisa hanya dibangun lewat prestasi akademik, tetapi juga melalui kesiapan fisik, mental, dan kesehatan reproduksi sejak usia remaja.
Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Adiguna Wibawa Gurnita, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi RSUD Cicalengka, bersama tim medis.
Para siswa diberikan pemahaman mendalam tentang risiko kesehatan yang sering luput dibicarakan di ruang kelas, mulai dari bahaya pernikahan dini, kehamilan usia remaja, hingga dampak jangka panjang pola hidup tidak sehat.
Menurut dr. Adiguna, banyak persoalan kesehatan serius justru berakar dari kurangnya edukasi sejak usia sekolah.
“Kehamilan berisiko, angka stunting, hingga gangguan kesehatan reproduksi sering kali berawal dari keputusan yang diambil tanpa pengetahuan yang benar. Edukasi di sekolah adalah benteng pertama untuk mencegah itu semua,” tegasnya.
Berbeda dari pendekatan konvensional, edukasi disampaikan secara dialogis dan berbasis kasus nyata yang sering ditemui di lapangan.
Hal ini membuat siswa aktif berdiskusi dan berani mengajukan pertanyaan yang selama ini dianggap tabu.
