JABARKINI.ID - Ratusan orang tua calon murid mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat di Jalan Rajiman, Kota Bandung, untuk memprotes pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung (Manusia Unggul) Jawa Barat.

Mereka mempertanyakan perubahan skor prestasi dalam sistem serta meminta kejelasan mengenai mekanisme seleksi yang dinilai membingungkan. 

Kekhawatiran muncul karena pengumuman hasil SPMB Sekolah Maung berlangsung berdekatan dengan tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), sehingga menimbulkan ketidakpastian terkait peluang anak-anak mereka diterima di sekolah negeri.

Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Jawa Barat, , memberikan penjelasan melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (9/6/2026).

Dedi mengatakan, keresahan para orang tua terjadi karena belum adanya pemahaman yang utuh mengenai tahapan yang sedang berlangsung. 

Ia menegaskan, proses yang saat ini dijalankan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama seluruh SMA dan SMK negeri masih berada pada tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), bukan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

"Saya bisa memahami kemarahan para orang tua karena belum mendapatkan penjelasan teknis secara menyeluruh dari Dinas Pendidikan. Yang sedang berjalan saat ini adalah PCMB atau pemetaan calon murid baru, belum masuk tahap SPMB," ujar Dedi.

Menurutnya, PCMB merupakan tahap persiapan sebelum proses penerimaan murid baru dimulai. Melalui pemetaan tersebut, pemerintah berupaya mengetahui sebaran pilihan sekolah para calon murid agar proses pendaftaran nantinya dapat berlangsung lebih tertata.

Dedi menjelaskan, selama ini banyak orang tua mengalami kepanikan ketika anak mereka tidak diterima di sekolah tujuan utama saat proses penerimaan berlangsung. Keterbatasan waktu pendaftaran kerap membuat mereka kesulitan menentukan sekolah alternatif.