JABARKINI.ID – Ratusan balita stunting di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menerima tambahan makanan bergizi berbasis protein hewani dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Provinsi Jawa Barat. Program ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan DKPP Provinsi Jawa Barat, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Agung Yansusan Sudarwin, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety, Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi, Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Agung Yansusan Sudarwin mengatakan bahwa tambahan makanan berbahan protein hewani ini diberikan setelah pihaknya meminta perhatian khusus terhadap Kabupaten Bandung sebagai salah satu daerah prioritas percepatan penanganan stunting.

“Sebelumnya belum ada bantuan tambahan protein. Kabupaten Bandung ini menjadi target prioritas. Setelah diajukan, akhirnya disetujui dinas,” ujarnya.

Agung juga berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah kecamatan dan desa untuk memperluas program serupa, sekaligus meningkatkan edukasi pentingnya konsumsi protein hewani bagi anak-anak. Ia bahkan meminta insan pers untuk mengangkat pesan penting tersebut dalam pemberitaan maupun konten edukasi.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cangkuang Kulon Gun Gun H. Permana mengungkapkan bahwa di desanya terdapat 315 balita stunting, dan sebanyak 250 balita diprioritaskan menerima bantuan berupa susu dan telur.

Penyaluran dilakukan di Aula Desa Cangkuang Kulon pada Kamis (20/11/2025). Gun Gun menyampaikan apresiasi kepada DKPP Provinsi Jawa Barat, DKPP Kabupaten Bandung, serta Ketua TP PKK Kabupaten Bandung yang turut hadir menyerahkan bantuan.

Gun Gun menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting.

“Siklus angka stunting di Cangkuang Kulon setiap tahun menurun. Namun jika ada kenaikan, biasanya karena adanya balita baru yang terdata, di mana sebelumnya orang tuanya tidak pernah datang ke posyandu,” jelasnya.