JABARKINI.ID – Penanganan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dipastikan mulai berjalan pada Januari 2026. Kepastian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot yang digelar di Wellgrow Kafe, Kecamatan Baleendah, Senin (1/12/2025).
Rakor tersebut dihadiri oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan perusahaan, akademisi dari Telkom University, dan jajaran panitia Pentahelix.
Ketua Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan rakor ini digelar untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam merumuskan strategi dan langkah konkret penanganan banjir yang selama puluhan tahun menggenangi kawasan Dayeuhkolot.
“Dalam rakor ini kami berupaya menyamakan visi sekaligus memperkuat komitmen untuk bersama-sama bekerja keras menyelesaikan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot,” ujar Tri Rahmanto.
Dalam rakor tersebut, berbagai persoalan lapangan dibahas secara mendalam. Masing-masing instansi turut menyampaikan masukan dan solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk menurunkan risiko banjir.
Meski anggaran baru tersedia pada Tahun Anggaran 2026, Panitia Pentahelix telah menyiapkan sejumlah langkah cepat, di antaranya penyediaan mesin pompa, pengerukan drainase, serta penertiban bangunan liar di bantaran sungai.
Tri juga menyampaikan apresiasi karena sejumlah dinas seperti Bina Marga, SDA, PUTR, dan LH telah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan banjir Dayeuhkolot melalui APBD 2026.
Namun ia menyayangkan ketidakhadiran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sungai.
“Kami sangat kecewa karena BBWS tidak hadir, padahal sebelumnya sudah menyatakan kesanggupan. Tidak ada satu pun perwakilannya yang datang,” tegas Tri.
