JABARKINI.ID – Puskesmas Solokanjeruk terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat guna mendukung pelaksanaan imunisasi dan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Kegiatan ini digelar di Puskesmas Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Solokanjeruk melibatkan para kader kesehatan sebagai garda terdepan di masyarakat untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat peran aktif masyarakat dalam mendukung program imunisasi serta deteksi dini penyakit PD3I.

Kepala Puskesmas Solokanjeruk Dedeh Helpironi, SST., Bdn., MH bersama tim kesehatan Klaster 2 dan Klaster 4 yang terdiri dari dokter Puskesmas dr. Anti, pemegang program imunisasi Nurita, Amd.Keb, serta pemegang program surveilans PD3I Chantika, SKM, menyampaikan berbagai materi edukasi kepada para kader kesehatan terkait penyakit yang termasuk dalam program imunisasi nasional.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa terdapat 14 jenis penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi dalam program imunisasi nasional, di antaranya difteri, pertusis, tetanus, tuberkulosis, campak, rubela, poliomielitis, hepatitis B, pneumonia, meningitis, Japanese encephalitis, kanker leher rahim, serta diare.

Selain itu, terdapat pula sejumlah penyakit lain yang dapat dicegah melalui imunisasi namun belum masuk dalam program imunisasi nasional, seperti demam tifoid, influenza, mumps, varicella, hepatitis A, dan rabies. 

Saat ini bahkan telah dikembangkan berbagai vaksin baru seperti vaksin malaria dan dengue.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Anti juga memaparkan salah satu penyakit PD3I yang masih sering ditemukan di masyarakat, yakni campak yang disebabkan oleh virus.

Ia menjelaskan bahwa gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi lebih dari 38°C selama tiga hari atau lebih, disertai batuk, pilek, mata merah atau berair, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit yang umumnya timbul sekitar tiga hari setelah demam.