JABARKINI.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung (Disdukcapil) kembali melaksanakan program KUE LAPIS (Kunjungi Lansia dan Disabilitas) sebagai upaya menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang inklusif dan menyentuh langsung masyarakat.

Langkah strategis yang dijalankan di bawah kepemimpinan Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung, Tata Irawan, ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas dokumen kependudukan yang sah dan valid.

Sejumlah lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas tampak antusias dan bahagia saat petugas Disdukcapil mendatangi kediaman mereka untuk memberikan pelayanan langsung. 

Program KUE LAPIS ini meliputi perekaman dan pencetakan KTP-el, pembaruan Kartu Keluarga (KK), serta dokumen adminduk lainnya.

Menurut Tata Irawan, program ini merupakan langkah nyata dalam menjamin pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi warga yang tidak memungkinkan hadir langsung ke kantor pelayanan.

“Melalui program KUE LAPIS, Disdukcapil Kabupaten Bandung menurunkan langsung petugas pelayanan ke titik-titik lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Kali ini, pelayanan jemput bola tersebut dilaksanakan di Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran. Sasaran utama adalah lansia dan penyandang disabilitas yang mengalami kendala mobilitas.

Tata Irawan menegaskan, program ini menjadi wujud nyata pelayanan proaktif pemerintah daerah. Negara, kata dia, harus hadir lebih dekat di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

“Dengan pelayanan langsung di lokasi, warga tetap dapat memperoleh dokumen kependudukan yang sah dan valid sebagai dasar penting dalam mengakses berbagai layanan publik,” ungkapnya.