JABARKINI.ID – Jelang laga panas antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026, aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan keramaian dan lokasi nonton bareng (nobar).
Pertandingan klasik bertajuk El Clasico Indonesia itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB di Stadion Segiri, Samarinda. Duel sarat gengsi tersebut diprediksi menyedot perhatian besar masyarakat, khususnya para bobotoh di wilayah Bandung Raya.
Kapolsek Majalaya, Kompol Suyatno S.PdI., M.M., mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel pengamanan sejak sore hari guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul saat rivalitas Persib dan Persija memanas.
"Walaupun pertandingan berlangsung di luar Bandung, antusiasme masyarakat tetap sangat tinggi. Karena itu kami mengimbau seluruh bobotoh agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi yang dapat mengganggu keamanan umum, ujar Suyatno kepada awak media, Minggu (10/5/2026).
Pengamanan difokuskan di sejumlah titik yang dianggap rawan kepadatan dan aktivitas masyarakat, di antaranya kawasan Ciwalengke, depan BNI, Jalan Tengah, Sambilalu hingga Babakan. Selain melakukan penjagaan di lokasi nobar, polisi juga menyiagakan patroli mobile untuk memantau situasi hingga malam hari.
"Personel sudah kami plotting di titik-titik krusial dan lokasi nobar yang berada dalam pengendalian perwira maupun para kanit. Setelah pertandingan selesai, anggota langsung bergerak melakukan pengamanan arus lalu lintas dan mengantisipasi konvoi liar, katanya.
Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga mencegah potensi gesekan antarsuporter, aksi mabuk-mabukan hingga perilaku ugal-ugalan di jalan raya yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Jajaran Reskrim dan Sabhara turut diterjunkan dalam patroli gabungan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pertandingan berlangsung.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kemenangan maupun hasil pertandingan sebagai alasan melakukan tindakan berlebihan di ruang publik.
