JABARKINI.ID - Polda Jabar baru-baru ini meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait tuduhan bahwa polisi melakukan penyisiran di dalam kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) saat kericuhan terjadi. Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudi Setiawan, memberikan penjelasan resmi mengenai isu tersebut.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Bandung pada Selasa, 2 September 2025, Rudi Setiawan menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan adanya polisi yang masuk ke dalam kampus adalah tidak benar. Ia menyatakan, "Tidak ada Polisi yang masuk ke dalam kampus, tidak ada sweeping."

Rudi Setiawan menjelaskan lebih lanjut bahwa situasi di sekitar kampus saat itu melibatkan kelompok massa yang berada di pintu gerbang, bukan mahasiswa UNISBA. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap mahasiswa.

Kapolda juga menambahkan bahwa polisi hanya melintas di jalan umum dan tidak melakukan tindakan yang merugikan pihak kampus atau mahasiswa. Penjelasan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan dan menghindari kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Informasi yang beredar sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan orang tua. Oleh karena itu, klarifikasi dari Polda Jabar sangat penting untuk memberikan kepastian dan ketenangan.

Rudi Setiawan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan. Polda Jabar berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, termasuk di lingkungan kampus.

Kapolda juga mengingatkan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan beraktivitas di kampus dengan aman. Pihak kepolisian akan selalu siap memberikan perlindungan tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

Rudi Setiawan berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam menciptakan suasana yang kondusif. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tetap fokus pada pendidikan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas.