JABARKINI.ID – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiapkan sebanyak 26.668 personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan dengan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional guna menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

“Strategi Polda Jawa Barat adalah melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya 2026 melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara proporsional agar situasi tetap aman dan tertib,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Senin (9/3/2026).

Selain Operasi Ketupat Lodaya, Polda Jabar juga menyiapkan berbagai operasi pendukung seperti Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Operasi Pekat Lodaya 2026, serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna menjaga stabilitas keamanan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Dalam pelaksanaannya, kepolisian menyiapkan 329 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat. Pos tersebut terdiri dari 226 pos pengamanan, 77 pos pelayanan, dan 26 pos terpadu.

Kabid Humas menjelaskan, pengamanan juga dilakukan dengan memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan, di antaranya di ruas Tol Cipali, Tol Cipularang, jalur Pantura, jalur selatan Jawa Barat, hingga kawasan wisata Puncak Bogor.

Menurutnya, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional melalui skema rekayasa seperti one way, contraflow, maupun buka tutup jalur, menyesuaikan dengan peningkatan volume kendaraan berdasarkan pemantauan lalu lintas secara real time.

Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan seperti premanisme, balap liar, hingga konvoi kendaraan pada malam takbiran.

“Kami mengimbau masyarakat memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta tidak memaksakan diri saat lelah.