JABARKINI.ID – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan “Zebra Lodaya-2025” mulai Senin, 17 November 2025.
Pelaksanaan operasi diawali dengan apel gelar pasukan di Bandung sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel serta konsolidasi sebelum operasi berlangsung.
Operasi ini digelar selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dan berlaku serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jabar serta Polres jajaran. Total 2.088 personel dikerahkan, terdiri dari 520 personel Satgas Polda Jabar dan 1.568 personel Satgasres jajaran.
Mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Lilin Lodaya-2025”, operasi Zebra Lodaya-2025 fokus pada upaya menurunkan angka kecelakaan, mengurangi pelanggaran lalu lintas, serta meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat pengguna jalan. Seluruh kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam pelaksanaan operasi, Polda Jabar menekankan strategi Harkamtibmas Lantas Humanis dengan komposisi kegiatan preemtif 40%, preventif 40%, dan represif 20%. Tindakan represif didominasi oleh Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) 95% dan hanya 5% melalui penindakan manual.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan, menegaskan bahwa seluruh personel yang terlibat harus mengedepankan pendekatan humanis serta menjaga citra Kepolisian di mata publik.
“Saya mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan dan memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Tidak boleh ada sikap arogan di lapangan. Kehadiran Polantas harus benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegas Kapolda.
Ia juga memerintahkan para perwira pengendali di lapangan untuk memperkuat pengawasan secara berjenjang, baik di ruas jalan tol maupun jalan arteri yang menjadi tanggung jawab masing-masing wilayah.
“Pastikan seluruh kegiatan operasi berjalan efektif, terukur, dan berdampak langsung pada menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan. Lakukan pengawasan yang ketat dan profesional demi mewujudkan Kamseltibcarlantas di Jawa Barat,” tambahnya.
