JABARKINI.ID – Jajaran personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung turut menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Tanggap Bencana Pemuda KNPI Kabupaten Bandung yang digelar di Pangalengan pada 7–8 November 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, mengatakan bahwa pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas para pemuda sebagai motor penggerak dalam upaya penanggulangan bencana di lapangan.
“Para pemuda harus tanggap bencana dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi di lapangan. Baik saat menghadapi potensi banjir, longsor, gempa bumi, angin kencang, pergerakan tanah, maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wahyudin.
Ia berharap para peserta pelatihan dapat menyebarluaskan ilmu dan informasi yang didapat kepada masyarakat, sehingga pemahaman tentang kesiapsiagaan bencana semakin merata.
“Supaya masyarakat luas pun sama-sama memahami tentang tanggap bencana,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD juga menjelaskan berbagai aspek penting dalam penanganan bencana, mulai dari proses penyelamatan dan evakuasi korban dari area terdampak menuju lokasi aman, hingga pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
BPBD menegaskan pentingnya penyediaan tempat penampungan sementara, dukungan logistik bagi pengungsi, serta pelaksanaan pengkajian cepat untuk menilai tingkat kerusakan dan kebutuhan darurat.
Selain itu, perbaikan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum juga menjadi bagian dari rangkaian pemulihan pascabencana.
Sebagai penutup, BPBD Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung di nomor: +62 851-6290-1129 apabila menghadapi kondisi darurat.
