JABARKINI.ID – Upaya persiapan normalisasi Sungai Cipalasari terus dilakukan oleh unsur Pentahelix Dayeuhkolot. Pada Minggu (03/05/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, terlihat kegiatan pemangkasan pohon dan ranting yang mengganggu aliran air serta akses di sekitar bantaran sungai.

Kegiatan ini menjadi langkah penting sebelum dilakukannya pengerukan dan perbaikan saluran air secara menyeluruh. Vegetasi berupa pohon yang tumbuh lebat serta ranting yang menjulur ke arah aliran sungai dinilai berpotensi menghambat proses normalisasi.

Melalui konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan BPBD Kabupaten Bandung, unsur PRIMA, serta masyarakat, kegiatan pembersihan berjalan lancar dan tertib. 

Para personel terlihat bekerja sama memangkas dahan dan ranting yang rimbun agar area sungai menjadi lebih bersih dan terbuka.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menyampaikan bahwa pemangkasan ini merupakan tahap awal sebelum normalisasi Sungai Cipalasari dilakukan secara menyeluruh.

“Pemangkasan ini kami lakukan sebagai persiapan utama sebelum normalisasi sungai dilaksanakan. Tujuannya agar pekerjaan nanti bisa berjalan lebih maksimal dan lancar, sehingga risiko banjir di wilayah Dayeuhkolot dapat diminimalkan,” ujarnya di lokasi kegiatan.

Warga sekitar menyambut baik langkah cepat tersebut. Mereka berharap setelah pembersihan dan normalisasi selesai, kondisi lingkungan menjadi lebih baik serta tidak lagi terjadi genangan saat hujan deras.

Hingga saat ini, kegiatan persiapan masih terus berlanjut dengan fokus pada pemangkasan vegetasi yang menghambat aliran sungai. Diharapkan, normalisasi Sungai Cipalasari dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.**

Penulis: Yans