JABARKINI.ID – Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kaburnya batas antara kepentingan publik dan kepentingan kekuasaan, Pimpinan Media JabarKini.id, Devi Alex, menegaskan kembali posisi pers sebagai penjaga demokrasi, bukan alat legitimasi kekuasaan atau kepentingan kelompok tertentu.

Dalam refleksi akhir tahun 2025, Devi Alex menyampaikan pesan keras kepada seluruh insan pers, khususnya jajaran redaksi dan wartawan JabarKini.id, agar tidak tergelincir dari marwah jurnalistik yang sejati.

Ia menilai, sepanjang tahun 2025 dunia pers nasional dan daerah menghadapi ujian serius yang mengancam independensi media.

Mulai dari maraknya pemberitaan tidak berimbang, praktik jurnalistik instan tanpa verifikasi memadai, penyebaran hoaks yang dikemas seolah-olah berita, hingga kecenderungan sebagian media menjadi corong kepentingan tertentu, baik politik, ekonomi, maupun kekuasaan.

“Pers hari ini diuji bukan hanya oleh kecepatan, tapi oleh keberanian. Keberanian untuk jujur, berimbang, dan berdiri di pihak publik.

Media yang kehilangan independensi pada hakikatnya telah kehilangan jiwanya,” tegas Devi Alex, Rabu (31/12/2025).

Menurut Devi, transformasi digital memang menghadirkan peluang besar bagi media, namun di saat yang sama juga membawa risiko serius.

Persaingan klik, trafik, dan viralitas kerap mendorong sebagian media mengorbankan akurasi dan etika demi sensasi sesaat.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan kebenaran. Viral tidak identik dengan benar. Media harus sadar bahwa setiap berita yang diterbitkan memiliki dampak sosial, politik, bahkan hukum bagi masyarakat,” ujarnya.