JABARKINI.ID – Upaya penanganan banjir di wilayah Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, semakin diperkuat melalui sinergi antarunsur pentahelix. Hal ini terwujud dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Dayeuhkolot, Kamis (13/11/2025).

Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pentahelix Infrastruktur Bencana Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, dan dihadiri oleh Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Supriadi, M.K.P., serta sejumlah perwakilan dari berbagai instansi, di antaranya UPTD PUTR, Dinas Aat Safari, Balai Besar Wilayah Sungai (BWS), PSDA, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dalam pertemuan itu, para peserta membahas sejumlah program strategis yang akan segera dijalankan, seperti pembangunan dan perbaikan drainase, normalisasi aliran sungai, serta pembuatan tanggul penahan banjir. Selain itu, sistem peringatan dini banjir dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana juga menjadi fokus utama.

Ketua Panitia Tri Rahmanto menegaskan bahwa keberhasilan penanganan banjir tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi kuat dari seluruh elemen pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Kita harus bekerja sama secara sinergis. Pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan anggaran, akademisi menyumbangkan kajian ilmiah, sektor swasta berkontribusi melalui teknologi dan sumber daya, masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, dan media menyampaikan informasi yang edukatif serta akurat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Supriadi, M.K.P. menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia mendorong pengembangan platform informasi terpadu agar seluruh pihak dapat mempercepat respon dan koordinasi saat terjadi bencana.

“Dengan semangat kolaborasi pentahelix, penanganan banjir di Dayeuhkolot diharapkan berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.

Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama seluruh unsur dalam menghadapi tantangan bencana banjir dengan pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.

(Yans)