JABARKINI.ID – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Darunni’mah Riyadussalam bekerja sama dengan Asuransi BUMIDA menggelar tabligh akbar, santunan santri yatim piatu, serta edukasi keuangan syariah.

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Perjalanan Suci tentang Keikhlasan Hati, Keridaan, dan Membangun Generasi Mandiri serta Terlindungi” ini berlangsung khidmat di Masjid Ponpes Darunni’mah Riyadussalam, Bojong Sayang, Kabupaten Bandung, Minggu malam (8/2/2026).

Acara tersebut dihadiri pimpinan Ponpes Darunni’mah Riyadussalam KH Ahmad Bunjali, penceramah muda M. Dinar Putoni, SH, jajaran manajemen Asuransi BUMIDA, di antaranya Sayuri dan Raden Nita Lusnitaningsih, wali santri, alumni, serta ratusan santriwan dan santriwati.

Dalam sambutannya, KH Ahmad Bunjali menegaskan bahwa hikmah Isra Mi’raj tidak hanya bermakna perintah shalat semata, tetapi juga mengandung nilai manajemen kehidupan, keikhlasan, keridaan, ketaatan, serta pentingnya ikhtiar dalam menghadapi masa depan.

“Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk yakin pada pertolongan Allah, ridho terhadap setiap ketetapan-Nya, namun tetap diwajibkan untuk berikhtiar. Termasuk ikhtiar perlindungan bagi santri dan para pengajar,” ujarnya.

Menurut KH Ahmad Bunjali, sinergi dengan Asuransi BUMIDA merupakan bentuk ikhtiar pesantren dalam memberikan rasa aman dan ketenangan bagi seluruh civitas pesantren dalam menjalankan proses belajar mengajar.

“Kerja sama ini adalah wujud kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan Islam yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga terlindungi secara sosial dan finansial,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen Asuransi BUMIDA, Raden Nita Lusnitaningsih, secara simbolis menyerahkan polis asuransi kecelakaan diri dan santunan kesehatan bagi santri dan tenaga pendidik, baik saat kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas di luar pesantren.

“Kami mengapresiasi Ponpes Darunni’mah Riyadussalam. Edukasi perlindungan asuransi penting ditanamkan sejak dini agar masyarakat memahami pentingnya perlindungan finansial yang sesuai prinsip syariah,” kata Raden Nita.