JABARKINI.ID - Semangat gotong royong kembali terlihat dalam upaya normalisasi saluran irigasi Cipalasari, Kecamatan Dayeuhkolot. Tim Pentahelix bersama unsur Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) turun langsung mengerjakan pembersihan secara manual sepanjang 100 meter pada ruas yang tidak dapat dijangkau alat berat, Jum'at (15/05/2026).
Pekerjaan ini menjadi bagian dari percepatan normalisasi saluran irigasi yang selama puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan secara menyeluruh.
Meski alat berat dari Dinas Sumber Daya Air telah dikerahkan untuk mengeruk bagian utama saluran, sejumlah titik sempit dan berkelok di area pemukiman warga memerlukan penanganan manual.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, mengatakan pihaknya memilih turun langsung agar pekerjaan tidak terhambat pada area yang sulit dijangkau.
“Bagian ini memang tidak bisa dimasuki alat berat, jadi kami kerjakan manual. Tidak ada kata mundur sebelum selesai. Kami ingin memastikan seluruh saluran benar-benar bersih dan berfungsi maksimal,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan keranjang angkut, para anggota Pentahelix bahu-membahu membersihkan endapan lumpur, sampah, serta semak belukar yang menyumbat aliran air.
Aktivitas tersebut berlangsung di bawah terik matahari tanpa mengurangi semangat para peserta di lapangan.
Tri menegaskan, pengerjaan manual ini menjadi bagian penting agar hasil normalisasi tidak setengah jalan. Menurutnya, jika satu titik saja masih tersumbat, maka potensi gangguan aliran air tetap bisa terjadi.
“Kami ingin hasilnya benar-benar tuntas. Walaupun berat, ini demi kepentingan warga yang sudah lama menunggu perbaikan,” tambahnya.
