JABARKINI.ID — Dalam upaya memperkuat kompetensi aparatur dan memastikan keberlanjutan kepemimpinan di lingkungan pemerintahan, Kecamatan Paseh menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mentoring dan Coaching bagi ASN, bekerja sama dengan Politeknik STIA LAN Bandung, pada Kamis, 6 November 2025.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Politeknik STIA LAN Bandung, di antaranya Dr. Teni Listiani, SE., M.M., Lidia Maasir, M.HRM., Nisha Faradilla Sofiani, M.T., Nadiarani Anindita, M.A., dan Fandi Ahmad, M.T.
Turut serta pula mahasiswa pendamping, yakni Ahmad Bilal, Iffa Nurkhaza Fadillah, Listiana Damayanti, dan Muhammad Ryo Ramadhani.
Dalam sambutannya, Sekcam Paseh Eet Latifah, S.Ap., M.Si.,menyampaikan bahwa penerapan konsep mentoring dan coaching merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta regenerasi kompetensi ASN lintas generasi.
“Melalui program ini, kami ingin agar setiap ASN di Kecamatan Paseh memiliki kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi secara maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Bimtek yang diikuti oleh 15 peserta, terdiri dari pejabat struktural, ASN potensial, serta ASN senior yang berperan sebagai mentor, menghadirkan materi konseptual dan praktis mengenai mentoring, coaching, lifelong learning, serta penerapannya dalam manajemen talenta ASN.
Berbagai metode pembelajaran diterapkan, mulai dari ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi role play, hingga workshop penyusunan program mentoring. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan aplikatif yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja.
Salah satu narasumber dari Politeknik STIA LAN Bandung menekankan bahwa mentoring perlu dijalankan sebagai bagian dari sistem kelembagaan.
“Mentoring harus menjadi bagian dari sistem pembelajaran organisasi, agar setiap ASN dapat berkembang secara berkelanjutan dan siap menghadapi tantangan pelayanan publik di masa depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk strategi penerapan mentoring di Kecamatan Paseh serta terbangunnya budaya pembelajaran berkelanjutan (lifelong learning) di lingkungan aparatur.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan nilai-nilai pembelajaran berkelanjutan ke dalam manajemen talenta ASN di tingkat kecamatan.
