JABARKINI.ID – Kegiatan penanaman jagung serentak kuartal IV digelar di Kp Legok Midar Rt 02/21, Desa Mekarlaksana Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari program nasional ketahanan pangan. Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pertanian. Pada Rabu (8/10/2025).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Ciparay Suryana yang mewakili Camat, Danramil 2408/Ciparay Kapten Inf Deni Iman Firdaus SH , Kapolsek Ciparay Iptu Ilmansyah S.E.,M.H., Kepala KUA Kecamatan Ciparay, Ketua APDESI Kabupaten Bandung, Ketua APDESI Kecamatan Ciparay, para Kepala Desa se-Kecamatan Ciparay, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Ciparay, beserta perwakilan PPL Pertanian, serta Kelompok Tani Madur Kencana.
Dalam sambutannya, Kapolsek Ciparay Iptu Ilmansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program nasional penanaman jagung serentak yang secara simbolis dilaksanakan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Kapolri, serta Menteri Pertanian.
" Kita di tingkat kecamatan hingga kelompok tani melaksanakan penanaman serentak ini sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional,". Ujar Ilmansyah.
Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional, terutama melalui diversifikasi tanaman seperti jagung. Meski di lapangan masih terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan lahan, benih, SDM, maupun anggaran, pihaknya tetap optimistis kegiatan ini dapat berjalan baik berkat kolaborasi lintas sektor.
Ilmansyah mencontohkan dukungan dari UPT Pertanian dan Kelompok Tani Madur Kencana yang membantu menggarap lahan seluas tiga hektare untuk penanaman jagung tahap awal.
" Walaupun tidak ada anggaran khusus, tapi dengan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak, lahan tiga hektare ini bisa diolah. Insyaallah hasilnya akan menjadi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan,". Jelasnya.
Kapolsek juga menyinggung pentingnya menjaga kualitas hasil panen jagung, terutama terkait kadar air dan risiko aflatoksin yang dapat memengaruhi harga jual serta serapan Bulog.
" Kalau kadar air 14%, harganya bisa mencapai Rp6.400 per kilo. Tapi jika kadar aflatoksin tinggi, hasil panen hanya bisa dijadikan pakan ternak. Maka pengeringan dan penyimpanan harus diperhatikan betul,". Pesannya.
