JABARKINI.ID — Upaya regenerasi petani muda mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Bandung. Pemuda Tani Indonesia (PTI) DPC Kabupaten Bandung bersama mahasiswa Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menggelar panen raya padi di Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kamis (7/5/2026), dengan capaian produktivitas mencapai 12 ton per hektare.
Capaian tersebut meningkat dibanding hasil panen sebelumnya yang berada di kisaran 10 ton per hektare. Peningkatan produktivitas itu diperoleh melalui pengembangan lahan demplot berbasis kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, mahasiswa, dan kelompok tani.
Ketua PTI DPC Kabupaten Bandung, Luthfian Kurniansyah, S.SP mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih memiliki prospek besar apabila dikelola secara serius dan berbasis inovasi.
“Awalnya kita di angka 10 ton per hektare, sekarang meningkat menjadi 12 ton. Ini menunjukkan pertanian sangat menjanjikan selama ditekuni dan terus dikembangkan,” ujar Luthfian di sela kegiatan panen raya.
Menurut dia, peningkatan hasil panen tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran lapangan, penerapan teknik budidaya, serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Luthfian menilai sektor pertanian perlu kembali diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bidang usaha produktif yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
Terlebih di tengah berkembangnya kawasan industri dan proyek strategis di wilayah Rancaekek, banyak anak muda yang lebih memilih bekerja di sektor manufaktur dibanding pertanian.
“Kami ingin membuka cara pandang baru bahwa pabrik bukan satu-satunya pilihan ekonomi. Pertanian juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan Kabupaten Bandung masih memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian, khususnya pertanian organik yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
