JABARKINI.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mempercepat berbagai langkah penanganan banjir, sampah, dan antisipasi kemarau panjang melalui Rapat Koordinasi Khusus yang digelar di Gedung Mohammad Toha, Soreang, Selasa (9/6/2026).
Rapat dipimpin Bupati Bandung Dadang Supriatna dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, unsur Forkopimda, para camat, Satgas Citarum Harum, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam arahannya, Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS (KDS) menyebut sekitar 90 persen wilayah terdampak banjir di kawasan Bandung Raya berada di Kabupaten Bandung.
Ia juga menyoroti sejumlah informasi terkait banjir yang viral di media sosial namun dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Sepuluh kejadian banjir yang viral di media sosial sebagian tidak sesuai fakta dan belum melalui pemetaan yang benar," ujar KDS.
Menurutnya, sejumlah wilayah yang masih menjadi titik rawan banjir antara lain Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Banjaran, Margahayu, Rancaekek, Arjasari, Ciparay, Baleendah, dan Ibun.
Kondisi tersebut dipicu limpasan Sungai Cidawolong dan Sungai Citarik serta masih terbatasnya jumlah kolam retensi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bandung terus memperkuat kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
"Selain membangun kolam retensi, penanganannya juga melibatkan pentaheliks antara masyarakat, pengusaha, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan," katanya.
