KBB.JABARKINI —Pemerintah Desa (Pemdes) Cihanjuang Rahayu bergerak cepat menanggapi laporan banjir yang melanda kawasan SMPN 1 Parongpong di saat memasuki musim penghujan.
Genangan air meluas hingga ke halaman dan beberapa ruang kelas, sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. pada hari selasa 28/10/2025.
Kondisi ini bukan yang pertama kali terjadi. Setiap musim penghujan, area SMPN 1 Parongpong kerap terdampak banjir akibat sistem drainase yang belum berfungsi optimal. Air yang seharusnya mengalir ke saluran pembuangan sering meluap dan menggenangi area sekolah serta lingkungan sekitarnya.
Laporan terkait kondisi ini diterima oleh Pemdes sekitar satu bulan yang lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah desa langsung melakukan survei ke lokasi dan menyusun langkah penanganan. Namun karena APBDes murni tahun berjalan sudah diketuk, maka rencana perbaikan drainase akan dimasukkan dalam APBDes Perubahan agar dapat direalisasikan secara resmi.
“Laporan ini kami terima sekitar satu bulan yang lalu. Sejak itu, desa langsung bergerak melakukan survei dan mencari solusi. Karena APBDes murni sudah disahkan, maka perbaikan akan kami masukkan ke dalam APBDes Perubahan. Sambil menunggu proses tersebut, kami sudah mencari dana talang serta tukang yang akan mengerjakan perbaikan drainase,” jelas Kang Cecep dari Pemerintahan Desa Cihanjuang Rahayu.
Lebih lanjut, Kang Cecep menegaskan bahwa pemerintah desa sangat memperhatikan dampak banjir terhadap kegiatan belajar para siswa.
“Kami memahami ketidaknyamanan ini dapat memengaruhi semangat belajar anak-anak, apalagi sebagian besar murid SMPN 1 Parongpong merupakan warga Desa Cihanjuang Rahayu sendiri. Karena itu, kami berkomitmen untuk segera memperbaiki sistem drainase agar kegiatan belajar dapat kembali berjalan dengan nyaman,” ujarnya.
Pemerintah desa juga mengimbau semua pihak untuk bersabar, karena proses perbaikan membutuhkan waktu dan menyesuaikan dengan tahapan penganggaran.
“Kami mohon masyarakat dan pihak sekolah bersabar. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, genangan air dapat berdampak buruk pada bangunan sekolah dan dikhawatirkan menimbulkan kerusakan lebih parah, bahkan berisiko terhadap keamanan gedung,” tambah Kang Cecep.
