JABARKINI.ID — Polsek Ciparay Polresta Bandung mengikuti kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Kampung Legok Midar RT 04 RW 21, Desa Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Forkopimcam Ciparay, para kepala desa, kelompok tani Madur Kencana, serta masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, jajaran Polsek Ciparay bersama para petani turun langsung melaksanakan panen jagung di sejumlah lahan pertanian yang telah memasuki masa panen. Suasana kebersamaan tampak saat aparat kepolisian dan masyarakat memanen hasil pertanian secara bersama-sama.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Ciparay AKP Sugiharto Rudi Hartono, S.H., M.H., mengatakan pada panen raya kuartal kedua ini pihaknya menargetkan panen jagung seluas 300 tumbak dengan total lahan siap panen mencapai sekitar 5 hektare.

“Pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II ini, khususnya di wilayah Kecamatan Ciparay, kami bersama para petani melaksanakan panen kurang lebih 300 tumbak. Sementara lahan yang tersedia dan saat ini siap dipanen mencapai sekitar 5 hektare,” ujar AKP Sugiharto saat dihubungi JABARKINI.ID.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program pemerintah, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Karena itu, pemanfaatan lahan pertanian secara optimal perlu terus didorong agar hasil produksi pangan meningkat.

“Kami ingin masyarakat semakin termotivasi untuk mengelola lahan pertanian yang ada. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.