JABARKINI.ID — Upaya membangun ketahanan pangan dari level paling dasar mulai menunjukkan hasil konkret di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Program Gerakan Tanami Halaman (Gertaman) yang digagas pemerintah kecamatan mencatat panen perdananya di Pondok Pesantren Darul Fitrah, Rabu (1/4/2026), menandai fase awal keberhasilan inisiatif berbasis komunitas tersebut.
Panen sejumlah komoditas hortikultura seperti kangkung, pakcoy, dan selada menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan pekarangan, termasuk di lingkungan pesantren, dapat menjadi solusi alternatif menghadapi tekanan harga bahan pangan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
Camat Ciparay, Anjar Lugiyana, yang turun langsung meninjau lokasi, menegaskan bahwa Gertaman bukan sekadar program seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan berbasis lokal.
“Ini langkah konkret membangun kemandirian pangan masyarakat. Kami ingin memastikan warga tidak sepenuhnya bergantung pada pasar, tetapi mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri dari lingkungan terdekat,” ujar Anjar.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci utama keberhasilan program. Pemilihan pesantren sebagai titik awal dinilai strategis, tidak hanya karena ketersediaan lahan, tetapi juga peran sosialnya sebagai pusat edukasi dan pembinaan masyarakat.
“Pesantren memiliki peran penting, bukan hanya dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Melalui Gertaman, santri dilibatkan langsung dari proses tanam hingga panen. Ini bukan hanya soal hasil, tapi juga membangun kesadaran dan keterampilan,” katanya.
Program Gertaman sendiri hadir sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Dengan mengoptimalkan lahan sempit, pemerintah kecamatan mencoba menghadirkan solusi yang praktis, murah, dan mudah direplikasi.
