JABARKINI.ID SMKN 1 Majalaya telah resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2025-2026 dengan tema yang menginspirasi, yaitu Gapura Panca Waluya. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2025, dan dihadiri oleh siswa dari berbagai jurusan, termasuk Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Elektronika Industri (TEI), Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Acara MPLS ini diselenggarakan sebagai respons terhadap arahan Gubernur Jawa Barat yang menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Panca Waluya dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan. Selama lima hari, mulai dari Senin hingga Jumat, siswa terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif dan religius.
Kepala SMKN 1 Majalaya, Upie Indrakusuma, S.Pd., M.M., berharap tema “Gapura Panca Waluya” dapat memotivasi siswa untuk memulai perjalanan pendidikan mereka dengan semangat integritas dan kepedulian sosial, sejalan dengan visi dan misi Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan ini, Fikri Arifima Azhari, S.H., dari KUA Majalaya, memberikan penyuluhan mengenai pernikahan usia dini. Dalam penjelasannya, ia menekankan pentingnya memahami syarat-syarat pernikahan, termasuk batas usia yang diatur dalam Undang-Undang nomor 16 tahun 2019, yang menetapkan bahwa minimal usia untuk menikah adalah 19 tahun bagi baik laki-laki maupun perempuan.
“Yang namanya nikah atau kawin adalah yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan seorang perempuan, jelas tidak bisa dikatakan menikah ketika dilakukan laki-laki dengan laki-laki,” kata Fikri. “Makanya harus dilakukan oleh lawan jenis. Suatu pengertian ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan,” ungkapnya.
Alumni SMKN 1 Majalaya, Chandra Rizqy Syahreza dan Dimas Cahyo Kurniawan, juga memberikan ucapan selamat kepada para siswa baru. Mereka berpesan agar para siswa belajar dengan giat dan selalu menghargai dukungan dari guru serta orang tua. Mereka juga berharap agar diberikan kelancaran dalam menjalani program magang ke Jepang.
MPLS tahun ini tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dan kelestarian lingkungan sekitar.
