JABARKINI.ID – Ruas Jalan Raya Majalaya–Solokanjeruk kembali dipadati antrean kendaraan, Senin (23/02/2026). Sejak Pagi dan Sore , arus lalu lintas di jalur penghubung vital kawasan Bandung Timur itu nyaris tak bergerak. 

Kemacetan mengular hingga ratusan meter, menjebak pekerja, pelajar, dan pelaku usaha dalam situasi yang kian dianggap “biasa”.

Pantauan di lapangan menunjukkan sepeda motor menyelip di sela-sela truk angkutan barang dan kendaraan pribadi. 

Laju kendaraan tersendat, hanya maju beberapa meter sebelum kembali berhenti. Klakson bersahutan, sementara asap knalpot menebal di udara, memperparah kondisi lingkungan sekitar.

Jalur yang menghubungkan sejumlah kawasan industri dan permukiman padat di wilayah Majalaya dan Solokanjeruk ini memang menjadi tumpuan mobilitas harian warga. 

Namun, tingginya volume kendaraan tak lagi sebanding dengan kapasitas jalan yang relatif sempit dan minim pelebaran.

Kemacetan diperparah oleh keberadaan truk-truk besar yang tetap melintas pada jam sibuk. Tanpa pembatasan waktu operasional yang tegas, kendaraan berat bercampur dengan arus pekerja dan pelajar di pagi serta sore hari. 

Kondisi ini memicu perlambatan signifikan, terutama di titik-titik persimpangan dan pasar tumpah.

Sejumlah warga mengaku telah lama menghadapi situasi serupa tanpa melihat perubahan berarti.