JABARKINI.ID - Ratusan warga memadati kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di RW 05 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (28/8/2025).
Acara ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, di antaranya AMAN Indonesia (Asian Muslim Action Network), Jaringan Inisiatif Strategis untuk Perdamaian (JISRA), Rumah Sakit Imanuel, Gerakan Kristen Pasundan (GKP) Dayeuhkolot, Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA), Yayasan RS Imanuel Herman Genten KAPAPANCEN, serta Pemerintah Desa Citeureup.
Tokoh masyarakat sekaligus Penasehat PRIMA, Tri Rahmanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan lintas iman.
“Kami ingin masyarakat terbantu dengan layanan kesehatan gratis, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga tanpa memandang perbedaan,” ucap Tri Rahmanto.
Dalam kegiatan ini, RS Imanuel menurunkan 5 dokter, 6 perawat, dan 6 apoteker. Layanan kesehatan gratis tersebut diperuntukkan bagi lebih dari 200 warga yang datang dari berbagai wilayah, mulai dari RW 16, RW 5, RW 17, RW 1, hingga RW 11.
Namun, satu pasien bernama Riki, warga RW 07 RT 01, harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami hepatitis dengan radang pada perut.
Dokter RS Imanuel, dr. Erma Charlotte M., menyebutkan bahwa penyakit yang paling banyak ditemukan dari hasil pemeriksaan adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) dan infeksi saluran pernapasan.
“Mayoritas pasien yang saya periksa menderita hipertensi. Banyak juga yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting untuk ditindaklanjuti, karena sebagian besar warga jarang memeriksakan kesehatan ke puskesmas, mungkin karena faktor jarak atau kesibukan,” jelasnya.
Selain itu, dr. Erma juga menyoroti adanya indikasi TBC (Tuberkulosis) pada beberapa anak yang mengalami berat badan rendah. Meski belum bisa dipastikan, ia menegaskan pentingnya screening TBC terutama bagi anak-anak dengan pertumbuhan yang kurang optimal.
