JABARKINI.ID – Ketua Panitia Pentahelix Percepatan Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, terus melakukan monitoring terhadap berbagai proyek infrastruktur pengendalian banjir. Salah satunya adalah pembangunan pintu jembatan Sukabirus yang melintasi Sungai Cigede, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/12/2025).
Pembangunan pintu jembatan tersebut merupakan bagian dari langkah komprehensif untuk menanggulangi banjir kiriman yang kerap melanda wilayah Dayeuhkolot setiap musim hujan. Selama ini, warga Desa Citeureup dan sekitarnya sering terdampak banjir akibat tersumbatnya aliran Sungai Cigede oleh tumpukan sampah dari wilayah hulu.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Bandung di bawah kepemimpinan Bupati Bandung Kang DS, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), membangun pintu jembatan berbahan besi yang berfungsi menahan arus air sekaligus mencegah luapan ke kawasan permukiman warga. Selain itu, dilakukan pula normalisasi saluran air yang bermuara ke Sungai Cigede guna memperlancar aliran air.
Tri Rahmanto menegaskan, pihaknya akan terus memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran langsung di lapangan untuk mengawal percepatan penanganan banjir.
“Kita tidak boleh berhenti bergerak. Setiap langkah kecil untuk mengurangi risiko banjir sangat berarti bagi kesejahteraan warga,” ujar Tri Rahmanto saat melakukan monitoring di lokasi.
Meski pembangunan masih berlangsung, warga setempat mulai merasakan harapan baru. Ade, warga RW 17 Desa Citeureup, mengaku lebih tenang menghadapi musim hujan dibandingkan sebelumnya.
“Dulu setiap hujan deras kami selalu waspada. Sekarang, dengan adanya pembangunan pintu jembatan dan perbaikan saluran, harapan kami banjir bisa berkurang semakin besar,” ungkapnya.
Tri Rahmanto menambahkan, penanganan banjir di Dayeuhkolot membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Melalui pendekatan Pentahelix, pihaknya terus berupaya menyatukan peran pemerintah, masyarakat, akademisi, serta dunia usaha agar solusi yang dihasilkan bersifat berkelanjutan.
“Kami optimistis, dengan koordinasi dan kerja sama semua pihak, Dayeuhkolot bisa terbebas dari masalah banjir,” tegasnya.
